Laman

Sabtu, 07 Januari 2012

naik ke gunung serentak kaki, kau tendang dengan satu kaki mungkin hanya ungkapan ini yang dapat aku untikan padamu karena hasrat hati ini telah kau cabik begitu dalam ku hanya bisa berkata tak mampu berbuat sungguh noda yang kau beri tak mampu tertutup wajah yang polos tangan yang menutup kesedihanku kini mulai terjatuh tak bernyawa suara kaki itu masih teringat jelas dikepalaku saat kau memutuskan untuk kembali dengannya dan meninggalkan persandanran hatimu padaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar