Laman

Sabtu, 07 Januari 2012

Titik-titik air mataku mengalir deras tak terbendung Ketika lengan sentuhkan pensil untuk sebuah kertas tercoret tulisan puitis, "Taukah kau isi hatiku",,,? Pernahkah kau pikirkan aku,,,? Hingga tegamu lari dan berpaling dari pengharapanku Dengan alasan cinta, walu untuk cinta, kau tak pernah mau menyapa lewat goresan tinta merah kau buat puisi indah untukku Puisi perpisahan... dari jadilah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar